Kebetulan bawa comcorder waktu race kemaren, cuman sayang gak bisa maksimal karena cuaca tidak mendukung. Olah dikit-dikit pake software, jadi deh kayak gini.
Selamat menikmati.
Friday, January 18, 2008
Monday, January 14, 2008
Mountain Biking in Wet Weather
Hujan beberapa minggu terakhir cukup merepotkan sebagian genjoter. Tapi jangan sampai karena pertimbangan cuaca acara genjot jadi terganggu. Untuk itu saya mencoba men-share salah satu artikel dari majalah WhatMountainBike edisi Maret 2006 (Riders In The Storm) dengan sedikit tambahan dari pengalaman pribadi agar anda bisa tetap tersenyum sepulang dari bersepeda di musim hujan.
1. Personal Protection
Kadang genjoter tidak menjadikan masalah perlindungan diri menjadi prioritas utama. Mereka lebih fokus kepada sepeda dan teknik bersepeda. Tapi bagi saya, perlindungan pribadi adalah hal yang mutlak dan harus dikedepankan. Biar bagaimanapun, tanpa perlindungan yang cukup bisa membuat acara genjot menjadi berantakan.
Apa yang perlu diperhatikan?
Jaga Suhu Tubuh Untuk Tetap Hangat
Kombinasi dari efek air dan angin bisa mengusir panas dari tubuh kita, apalagi bila bersepeda di dataran tinggi seperti Puncak, Bandung, dsb. Untuk itu, pastikan anda terlindungi dengan baik dari ujung rambut ke ujung jari kaki.
Usahakan Untuk Tetap Kering
Yang sering kita ketahui adalah hanya menggunakan jaket anti air (waterproof), tapi sebenarnya bukan hanya itu saja. Coba gunakan juga kaos kaki, celana (pendek/panjang), dan sarung tangan anti air. Dijamin bukan hanya bagian tubuh atas yang tetap kering, tetapi bagian tubuh yang lain seperti paha, kaki, dan ujung jari dijamin tetap kering.
Biarkan Keringat Menguap
Ada banyak material, seperti GoreTex dan Endura eVent, yang tidak menahan uap air di antara pakaian dan kulit. Sifat ini biasa disebut "breathable" (bisa bernafas). Bila menggunakan bahan katun, lama kelamaan pakaian akan menyerap keringat yang keluar dari dalam tubuh, menjadi berat, dan tidak nyaman. Gunakan juga jacket yang mempunyai ventilasi di punggung agar bisa "bernafas".

Lindungi Pandangan Mata Anda
Lensa kaca mata di udara dingin sangat mudah mengembun dan mengganggu jarak pandang. Untuk itu, cobalah semprot dengan cairan anti embun yang bisa dibeli di optik. Cairan ini juga bisa menjegah terkumpulnya butiran air hujan di lensa.
Bawa Pakaian Ganti
Jika anda makin basah dan dingin, pakaian ganti adalah solusi yang jitu. Simpan baju, celana, kaos kaki, dll. di dalam dry bag, kemudian masukkan ke dalam tas punggung anda. Rasanya agak repot kan? Tapi cobalah banyangkan nikmatnya menggunakan pakaian kering di saat cuaca dingin.
2. Bike Preparation
Persiapan sepeda sangat bergantung kepada kondisi cuaca. Untuk itu:
Siapkan Frame Anda
Jika anda menyemprot frame atau melapnya dengan kain yang dibasahi dengan cairan pelapis frame seperti GT85, lapisan berminyak di permukaannya akan membuat air dan lumpur tidak menumpuk. Ini sangat membantu saat sedang menggenjot atau untuk trip berikutnya di track basah
Pilihlah Ban Yang Sesuai
Di beberapa track, hujan berarti bebatuan yang basah. Untuk itu anda harus menggunakan ban besar bertekanan rendah agar bisa mendapatkan cengkraman yang maksimal. Bisa juga hujan berarti berlumpur yang harus diakali dengan kembangan (thread) yang bisa membuat lumpur cepat terlepas dari ban. Lapisan lumpur yang menutupi ban bisa membuat ban susah untuk terputar dan ujung-ujungnya mengganggu acara genjot anda.
Pedal
Pedal SPD biasanya gampang menimbun lumpur. Untuk itu, semprotkan WD 40 di pedal dan cleat yang ada di sepatu anda. Berhati-hatilah jangan sampai cairan tersebut mengenai "bearing" atau "brake pad".
Pelumas Rantai
Gunakan hanya pada saat rantai sedang kering. Jika tidak, minyak tidak akan masuk ke sela-sela rantai melainkan bercampur dengan lumpur dan menumpuk di luar rantai, "chain ring", dan roda gila RD. Akibatnya, rantai susah terputar atau mengganggu perpindahan gigi. Gunakan cairan pelumas tipe basah (wet) dan putar rantai beberapa kali sebelum sepeda digenjot agar sela-sela rantai bisa terlumasi dengan baik dan benar. Jangan lupa bersihkan pelumas yang berlebihan di permuakaan rantai.
Cek Rem Anda
Pengguna "disc brake" biasanya tidak sadar akan ketebalan "brake pad" dan akan menjadi masalah apabila "pad" menjadi aus dan terjadi pergesakan antar "rotor" dengan logam. Selalu cek "brake pad" dan siapkan cadangan di tas punggung anda.
Pasang Pelindung Lumpur (Mud Guard)
Mungkin terlihat tidak "cool", tetapi pelindung lumpur di ban depan bisa melindungi muka anda dari cipratan lumpur. Sama halnya dengan pelindung lumpur bagian belakang yang bisa melindungi bagian-bagian bergerak di frame bagian belakang. Keduanya bisa membuat komponen sepeda berumur lebih lama.
3. Riding Skills
Bersepeda di kondisi basah tau hujan adalah suatu tantangan tersendiri. Berikut adalah teknik dasar untuk beberapa jenis track untuk membantu anda "tune in" dengan track yang akan dilewati.
Track Licin
Bersepeda di track lempung dan licin, bisanya ban mudah tergelincir. Untuk itu, putarlah pedal secara perlahan, santai, dan tidak dihentak-hentakkan. Lakukan pengeraman pada saat kedua ban dalam posisi lurus (straight line). Lebih banyak gunkan rem belakang, penggunaan rem depan pada track licin sangat gampang membuat ban slip. Usahakan agar berat badan bertumpu tepat di tengah-tengah sepeda, jangan terlalu ke belakang.
Berbatu dan Kerikil
Track berbatu berarti permukaan track yang berbeda-beda. Ini berarti anda bisa mendapatkan traksi yang sempurna yang tiba-tiba berubah tanpa traksi sama sekali. Untuk itu, cobalah untuk mengetahui sifat geologi daerah yang anda ingin lewati. Berhati-hatilah saat akan berpindah jalur, krikil akan terbawa ke dalam lumpur di jalur air saat sedang hujan. Jika anda sedang melewati track berbatu, lakukan pengereman di saat ban melewati batu yang tertanam dengan kuat di tanah.
Lumpur Tebal

Tantangan terberat bagi genjoter adalah track berlumpur tebal. Saat memasuki lumpur tebal, anda akan mengalami perlambatan secara tiba-tiba. Posisikan badan anda ke belakang agar tidak terlempar ke depan melewati handle bar. Jangan melawan tarikan lumpur, kendalikan dengan santai dan perlahan. Atur kayuhan pedal pada posisi low gear yang dapat menggerakkan sepeda ke depan tanpa membuat ban depan tergelincir atau slip. Tetaplah duduk ikutin guncangan sepeda bagian belakang saat mengayuh agar mendapatkan daya cengkram bersamaan dengan kayuhan.
1. Personal Protection
Kadang genjoter tidak menjadikan masalah perlindungan diri menjadi prioritas utama. Mereka lebih fokus kepada sepeda dan teknik bersepeda. Tapi bagi saya, perlindungan pribadi adalah hal yang mutlak dan harus dikedepankan. Biar bagaimanapun, tanpa perlindungan yang cukup bisa membuat acara genjot menjadi berantakan.
Apa yang perlu diperhatikan?
Jaga Suhu Tubuh Untuk Tetap Hangat
Kombinasi dari efek air dan angin bisa mengusir panas dari tubuh kita, apalagi bila bersepeda di dataran tinggi seperti Puncak, Bandung, dsb. Untuk itu, pastikan anda terlindungi dengan baik dari ujung rambut ke ujung jari kaki.
Usahakan Untuk Tetap Kering
Yang sering kita ketahui adalah hanya menggunakan jaket anti air (waterproof), tapi sebenarnya bukan hanya itu saja. Coba gunakan juga kaos kaki, celana (pendek/panjang), dan sarung tangan anti air. Dijamin bukan hanya bagian tubuh atas yang tetap kering, tetapi bagian tubuh yang lain seperti paha, kaki, dan ujung jari dijamin tetap kering.
Biarkan Keringat Menguap
Ada banyak material, seperti GoreTex dan Endura eVent, yang tidak menahan uap air di antara pakaian dan kulit. Sifat ini biasa disebut "breathable" (bisa bernafas). Bila menggunakan bahan katun, lama kelamaan pakaian akan menyerap keringat yang keluar dari dalam tubuh, menjadi berat, dan tidak nyaman. Gunakan juga jacket yang mempunyai ventilasi di punggung agar bisa "bernafas".

Lindungi Pandangan Mata Anda
Lensa kaca mata di udara dingin sangat mudah mengembun dan mengganggu jarak pandang. Untuk itu, cobalah semprot dengan cairan anti embun yang bisa dibeli di optik. Cairan ini juga bisa menjegah terkumpulnya butiran air hujan di lensa.
Bawa Pakaian Ganti
Jika anda makin basah dan dingin, pakaian ganti adalah solusi yang jitu. Simpan baju, celana, kaos kaki, dll. di dalam dry bag, kemudian masukkan ke dalam tas punggung anda. Rasanya agak repot kan? Tapi cobalah banyangkan nikmatnya menggunakan pakaian kering di saat cuaca dingin.
2. Bike Preparation
Persiapan sepeda sangat bergantung kepada kondisi cuaca. Untuk itu:
Siapkan Frame Anda
Jika anda menyemprot frame atau melapnya dengan kain yang dibasahi dengan cairan pelapis frame seperti GT85, lapisan berminyak di permukaannya akan membuat air dan lumpur tidak menumpuk. Ini sangat membantu saat sedang menggenjot atau untuk trip berikutnya di track basah
Pilihlah Ban Yang Sesuai
Di beberapa track, hujan berarti bebatuan yang basah. Untuk itu anda harus menggunakan ban besar bertekanan rendah agar bisa mendapatkan cengkraman yang maksimal. Bisa juga hujan berarti berlumpur yang harus diakali dengan kembangan (thread) yang bisa membuat lumpur cepat terlepas dari ban. Lapisan lumpur yang menutupi ban bisa membuat ban susah untuk terputar dan ujung-ujungnya mengganggu acara genjot anda.
Pedal
Pedal SPD biasanya gampang menimbun lumpur. Untuk itu, semprotkan WD 40 di pedal dan cleat yang ada di sepatu anda. Berhati-hatilah jangan sampai cairan tersebut mengenai "bearing" atau "brake pad".
Pelumas Rantai
Gunakan hanya pada saat rantai sedang kering. Jika tidak, minyak tidak akan masuk ke sela-sela rantai melainkan bercampur dengan lumpur dan menumpuk di luar rantai, "chain ring", dan roda gila RD. Akibatnya, rantai susah terputar atau mengganggu perpindahan gigi. Gunakan cairan pelumas tipe basah (wet) dan putar rantai beberapa kali sebelum sepeda digenjot agar sela-sela rantai bisa terlumasi dengan baik dan benar. Jangan lupa bersihkan pelumas yang berlebihan di permuakaan rantai.
Cek Rem Anda
Pengguna "disc brake" biasanya tidak sadar akan ketebalan "brake pad" dan akan menjadi masalah apabila "pad" menjadi aus dan terjadi pergesakan antar "rotor" dengan logam. Selalu cek "brake pad" dan siapkan cadangan di tas punggung anda.
Pasang Pelindung Lumpur (Mud Guard)
Mungkin terlihat tidak "cool", tetapi pelindung lumpur di ban depan bisa melindungi muka anda dari cipratan lumpur. Sama halnya dengan pelindung lumpur bagian belakang yang bisa melindungi bagian-bagian bergerak di frame bagian belakang. Keduanya bisa membuat komponen sepeda berumur lebih lama.
3. Riding Skills
Bersepeda di kondisi basah tau hujan adalah suatu tantangan tersendiri. Berikut adalah teknik dasar untuk beberapa jenis track untuk membantu anda "tune in" dengan track yang akan dilewati.
Track Licin
Bersepeda di track lempung dan licin, bisanya ban mudah tergelincir. Untuk itu, putarlah pedal secara perlahan, santai, dan tidak dihentak-hentakkan. Lakukan pengeraman pada saat kedua ban dalam posisi lurus (straight line). Lebih banyak gunkan rem belakang, penggunaan rem depan pada track licin sangat gampang membuat ban slip. Usahakan agar berat badan bertumpu tepat di tengah-tengah sepeda, jangan terlalu ke belakang.
Berbatu dan Kerikil
Track berbatu berarti permukaan track yang berbeda-beda. Ini berarti anda bisa mendapatkan traksi yang sempurna yang tiba-tiba berubah tanpa traksi sama sekali. Untuk itu, cobalah untuk mengetahui sifat geologi daerah yang anda ingin lewati. Berhati-hatilah saat akan berpindah jalur, krikil akan terbawa ke dalam lumpur di jalur air saat sedang hujan. Jika anda sedang melewati track berbatu, lakukan pengereman di saat ban melewati batu yang tertanam dengan kuat di tanah.
Lumpur Tebal

Tantangan terberat bagi genjoter adalah track berlumpur tebal. Saat memasuki lumpur tebal, anda akan mengalami perlambatan secara tiba-tiba. Posisikan badan anda ke belakang agar tidak terlempar ke depan melewati handle bar. Jangan melawan tarikan lumpur, kendalikan dengan santai dan perlahan. Atur kayuhan pedal pada posisi low gear yang dapat menggerakkan sepeda ke depan tanpa membuat ban depan tergelincir atau slip. Tetaplah duduk ikutin guncangan sepeda bagian belakang saat mengayuh agar mendapatkan daya cengkram bersamaan dengan kayuhan.
Monday, September 10, 2007
North Bandung Integrated Track Maps
Buat para genjoter yang senang maen di Bandung Utara, silahkan di-print dalam format A4 trus dibawah deh genjot. Mudah-mudahan gak bakal tersesat.
Kebetulan trek-trek ini adalah yang pernah saya lalui bareng H4, BAM, Rogerbagen, dan Terjal.











Kebetulan trek-trek ini adalah yang pernah saya lalui bareng H4, BAM, Rogerbagen, dan Terjal.
- Situ Lembang
- Cikole
- Jayagiri
- Tower Tangkuban Parahu
- Palasari - Manglayang











Sunday, September 09, 2007
Pondok Pemburu - Gunung Pancar, September 1st 2007


Track Story
Berhubung posisi Pondok Pemburu lebih tinggi dari Gunung Pancar, mau gak mau kondisi trek kebanyakan menurun dengan beberapa tanjakan yang genjotable lah. Di seputaran Pondok Pemburu, traknya masih berupa jalan tanah yang cukup lebar. 2 km setelahnya, masuk ke trek sempit di sebelah kanan, kadang berupa jalur-jalur air. Bila dikombinasikan dengan curamnya medan, perlu skill lumayan untuk bisa menikmati trek ini.

Panjang trek cuman sekitar 6-8 km, tapi waktu tempuhnya bisa 1-4 jam tergantung cuaca. Kemarin trek lumayan bagus, tidak berdebu dan becek karena hujan turun 2 malam sebelumnya. Dengan kondisi seperti ini, waktu tempuh sekitar 2 jam. Sebenarnya bisa lebih cepat, cuman perlu berhenti sekitar 1/2 jam karena ada sepeda teman yang bermasalah.
Setiba di Gunung Pancar, bisa langsung nyoba track DH di SEBEX. Kebetulan treknya melewati SEBEX yang sekarang lagi naik daun. 2-3 trip di track DH sudah bisa membuat adrenalin keluar, setelah itu silahkan meluncur turun melalui track off rod menuju ke Bukit Sentul. Silahkan dianalisa profile track seperti gambar di bawah ini.

What To Ride & Wear
Trek ini saya kategorikan sebagai All Mountain type, banyak turunan tetapi ada juga tanjakannya. Agar bisa genjot sambil tersenyum di situ, sebaiknya gunakan sepeda bergenre Trail atau All Mountain (travel suspensi 130 - 170 mm). Dijamin bisa merek melek di turunan, tapi tidak ngos-ngosan waktu nanjak.
Cross Country bike bisa juga dipergunakan, tapi siap-siap untuk nuntun di turunan terjal. Apalagi yang travel suspensinya sangat minim (80-100 mm). Terjalnya trek bisa membuat badan anda terlalu condong ke depan dan bisa bikin terjungkal. Kalo sepeda DH lain lagi ceritanya, dijamin puas saat turunan tapi menderita di di tanjakan ;)
Gunakan protector agar terhindar dari cedera. Lutut dan siku rasanya sudah cukup, kalau mau pake body protector malah lebih bagus. Untuk kepala, rasanya helm model dirt lid ato mullet lah yang pas di medan seperti ini. Pake XC helmet rasanya koq kurang safe, tapi pake full face juga bisa-bisa dianggap salah kostum dan terlalu payah saat nanjak.
How To Get There
Parkir mobil di Bukit Sentul. Bisa di Cafe Teratai atau di perumahan Taman Tampak Siring. Sarapan dan beli snack/minuman di situ karena di atas gak ada warung. Untuk menuju ke tempat start di Pondok Pemburu, sepeda bisa dinaikkan ke atas pick-up. Untungnya kemarin bukan musim hujan, jadi pick bisa sampai tepat di Pondok Pemburu. Kalau musim hujan, sebaiknya gunakan mobil four wheel drive kalau ingin sampai di pondok. Gunakan jalan penduduk dari Bojong Koneng naik ke atas melalui jalan berbatu yang biasa dipakai para pencinta Off Roader 4WD.Alternatif kedua, pake angkot sampai Mega Mendung Atas, kemudian genjot nanjak dari portal merah sekitar 3 km sebelum pondok. Kalo anda penggemar tanjakan, silahkan puas-puas genjot dari Sentul ke Pondok lewat Bojong Koneng. Kemaren ada bule yang genjot dari Cafe Teratai ke Pondok Pemburu, katanya cuman 2 jam koq ;)
Tuesday, July 17, 2007
The New 2008 Giant Line-Up
Akhir bulan Juni 2007 di Northstar Resort, Lake Tahoe California, Giant meluncurkan sepeda-sepeda baru untuk line-up 2008. Ada 4 seri yang menjadi fokus Giant di tahun 2008, yaitu: Trance 4,2", Trance X 5", Reign 6", dan Reign X 6,7". Semuanya tetap menggunakan sistim suspensi maestro seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi dengan perubahan berat frame yang cukup signifikan akibat dari perubahan desain.
Berikut adalah detail dari Line-up tersebut:
Trance (travel 4,2")
- Kategori trail bike
- 250 gram lebih ringan dari versi 2007 (kurang 8.8%)
Trance X (travel 5")
- Untuk bigger hit trail bike
- Frame 244 gram lebih ringan dari Trance 2007
- Hanya 200 gram lebih berat dari fram Anthem 2007 aluminium
Reign (travel 6")
- Kategori all-mountain
- Frame lebih ringan 738 gr dari versi 2007 (kurang 21%)
Reign X (travel 6,7")
- Kategori freeride
- Tidak terlalu banyak perubahan dibanding versi 2007
Sumber berita:
http://www.dirtragmag.com/blogarific/giant-2008-press-camp
http://www.singletrackworld.com/article.php?sid=2490
http://bikemag.com/gallery/Giant-Tahoe-08
Subscribe to:
Posts (Atom)